Maintenance Excavator

Knowledge Maintenance Excavator and Basic Mechanic Training

Oli Air Udara Troubleshooting

July 1st, 2010

Oli Air Udara Troubleshooting

cooling-system-engineOli Pelumas

Bagian-bagian engine yang saling bergesekan dilumasi, dibilas dan disekat oleh oli pelumas. Dalam kondisi normal pun akibat suhu tinggi yang harus diterima, oli pelumas akan mengalami proses oksidasi, sedang blow by dari gas pembakaran akan membuat oli menjadi kotor. Selain itu, kebocoran minyak solar akan menurunkan viskositas dan kualitas dari oli sendiri, sementar kebocoran air pendingin akan membuat oli menjadi teremulsi.Yang lebih penting lagi adalah, pemilihan jenis oli pelumas umuk engine haruslah disesuaikan dengan temperatur sekeliling. Jika kekentalan (viskositas) oli terlalu tinggi akan menimbulkan kesulitan pada saat starting dan mempertinggi kerugian gesek yang terjadi. Sementara jika kekentalan (viskositas) oli terlalu rendah, film oli akan pecah dan kontak langsung metal dengan metal akan terjadi.

Air Pendingin

Bagian luar pada cylinder liner dan bagian dalam dari cylinder head, dikelilingi oleh water jacket yang mendinginkan dan mencegah kenaikan suhu secara abnormal dari ruang pembakaran. Jika jenis air yang tidak tepat, jumlah air yang ada tidak mencukupi atau corrosion resistor yang tidak berfungsi secara memadai, kerak air dan kerak akan timbul sehingga menyebabkan penyumbatan – penyumbatan pada aliran air pendingin serta kavitasi yang mengakibatkan timbulnya pitting pada dinding luar cylinder liner.

Udara (Debu)

Peralatan konstruksi, biasanya dioperasikan pada kondisi udara yang sangat berdebu. Oleh sebab itu, menyaring udara yang dibutuhkan engine dari debu-debu yang ada dengan menggunakan sebuah air cleaner atau filter, mutlak harus dilakukan.Element filter yang sobek, kerusakan gasket pada sistem pemasukan udara atau clamp pengikat yang kendor akan menyebabkan ikut tersedotnya debu ke dalam ruang pembakaran dan merusak oli film pada bagian yang saling bergesekan sehingga menimbulkan gerusan pada liner dan piston serta kemacetan pada piston ring.

Cara Mengoperasikan alat

Didalam pengoperasian suatu peralatan, tindakan pemanasan (warming up) ndalah hal yang tidak boleh dilakukan. Perhatian khusus hares selalu kita berikan terhadap tekanan dan suhu oli pelumas, serta temperatur air pendingin melalui meter-meter dan gauges yang ada pada panel kontrol. Pembebanan berlebihan, akselarasi mengejut dan kasar serta mematikan mesin secara mendadak harus dipindahkan. Membebani engine secara berlebihan,membebani engine pada tingkat kecepatan tinggi tanpa pemanasan lebih dahulu, dan akselarasi secara kasar dan mengejut, akan membuat komponen – komponen putar utama dari engine dipaksa berputar dalam putaran tinggi dengan pleumas dan celah bebas antar parts yang tidak memadai. Gerusan dan goresan akan terjadi karena ini.

  • Facebook
  • Yahoo Messenger
  • Twitter
  • Yahoo Mail
  • Google Gmail
  • Share/Bookmark

Maintenance Electric

June 29th, 2010

Maintenance Electric

• Jika wiring basah atau penyekat masuk, sistem electric bocor dan ini dapat menyebabkan tidak berfungsinya mesin.

•Maintenance yang berhubungan dengan sistem electric yaitu

1.periksa kekencangan fan belt,

2.periksa kerusakan atau keausan pada fan belt, dan

3.periksa level air battery.

•Jangan melepas atau membongkar komponen electric lain yang terpasang pada mesin.

• Jangan memasang beberapa komponen electric lain.

•Hati-hati, jaga agar sistem electric bebas dari air pada saat mencuci mesin atau pada saat hujan.

•Controller untuk sistem pengontrol bisa menyebabkan tidak berfungsi dikarenakan gangguan gelombang dari luar, sebelum memasang radio receiver dan walkie – talkie atau citizen band, konsultasikan.

•Pada saat operasi didaerah pantai, bersihkan sistem electric untuk mencegah korosi.

•Ketika memasang car cooler atau perlengkapan electric yang lain, hubungkan peralatan tadi kesambungan sumber tenaga tersendiri, Penambahan tenaga tidak boleh dihubungkan ke fuse, starting switch atau battery relay.

  • Facebook
  • Yahoo Messenger
  • Twitter
  • Yahoo Mail
  • Google Gmail
  • Share/Bookmark

Maintenance Hydraulic

June 24th, 2010

Maintenance Hydraulic

maintenance-hydraulic excavator

maintenance-hydraulic excavator

Selama beroperasi dan segera setelah operasi berakhir, suhu pada sistem hydrolic masih tinggi. Ditambah lagi dengan tekanan hydraulic yang tinggi digunakan dalam sistem. Berhati-hatilah ketika memeriksa dan merawat sistem hydraulic.

•Matikan mesin pada permukaan tanah yang rata, turunkan bucket ke tanah,kemudian atur sehingga tidak ada tekanan digunakan ke sirkuit silinder.

•Selalu mematikan engine.

•Segera setelah operasi, oli hydraulic dan.oli pelumas pada temperatur tinggi dan tekanan tinggi, maka tunggu agar sistem oli turun sebelum mulai melakukan maintenance Ketika suhu turun, di sirkuit mungkin masih ada tekanan di dalamnya, sehingga ketika mendorongkan plug atau screw, atau sambungan,hose, jangan berdiri di depan komponen, kendorkan pelan-pelan untuk membuang tekanan di dalamnya sebelum melepaskannya.

•Ketika melaksanakan pemeriksaan atau maintenance pada sirkuit hydraulic, buanglah selalu udara dari tangki hydrolic untuk menghilangkan tekanan didalamnya.

•Maintenance berkala meliputi pemeriksa tinggi di hydraulic, penggantian filter dan mengisi oli hydraulic

•Apabila hose bertekanan tinggi, dll, dibuka, periksa O-ring dari kerusakan, bila perlu diganti.

•Setelah elemen filter hydraulic dan strainer dibersihkan atau diganti, atau sistem hydraulic diperbaiki atau diganti atau pipa hydraulic dibuka, buang udara dari sirkuit hydraulic

•Accumulator diisi dengan gas nitrogen bertekanan tinggi. Salah dalam penanganan bisa berbahaya Untuk prosedur penanganan.

  • Facebook
  • Yahoo Messenger
  • Twitter
  • Yahoo Mail
  • Google Gmail
  • Share/Bookmark